UU NO 17 TAHUN 2013 ORMAS ANARKIS DIBEKUKAN

TANGERANG 15/08/2013 bidikkasus.com – Dalam Undang-Undang (UU) baru Nomor 17/2013 tentang Ormas, Organisasi Masyarakat (Ormas) anarkis atau mengganggu ketertiban dan keamanan bisa dibekukan atau dibubarkan. Saat ini, hal tersebut sedang ditelaah oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang sebelum disosialisasikan.

“Kami sedang menelaah UU baru Nomor 17/2003 tentang Ormas yang mengganti UU Nomor 8/2005 sebagai payung hukum sebelumnya. Dalam UU baru ini ditegaskan Ormas dilarang melakukan tindakan anarkisme atau mengganggu kemanan dan ketertiban,” kata Tisna Hambali Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Tangerang.

Lanjut Tisna, dalam UU ini juga tidak hanya pemerintah daerah yang melakukan pengawasan Ormas tetapi juga masyarakat umum. “Jika Ormas tersebut melakukan aksi anarkisme bisa diberlakukan pencabutan surat keterangan, pemberhentian bantuan, pembekuan atau pembubaran Ormas. Nah, pemerintah daerah bisa mengambil langkah sanksi tersebut, sesuai hirarki,”tandas Tisna.

Maksud sesuai hirarki tersebut kata Tisna, yakni untuk presiden yakni Ormas ditingkatan nasional dan provinsi. Agar Ormas tidak terjerumus pada tindakan anarkisme, Kebangpol gencar menggelar bimbingan teknis, dengan melibatkan LSM. “Kami ingin merubah orientasi Ormas tidak hanya pembentukan saja, tetapi juga dituntut kejelasan dalam pendiriannya, seperti membuat AD/ART, membuat kegiatan spesifik sebagai programnya,” ungkap Tisna.

Tisna mengungkapkan, hingga saat ini ada 213 jumlah Ormas di Kabupaten Tangerang. Ormas tersebut dibagi dalam beberapa criteria. Yakni Ormas yang mempunyai AD/ART dan disahkan notaris, serta didaftarkan ke kementerian kehakiman. “Itu sudah sah meski tidak daftar ke pemerintah daerah. Kalau tidak memiliki AD/ART dan tidak terdaftar, camat wajib mendata dan camat berhak melakukan pendataan Ormas tidak berbadan hukum,” tegasnya.

Menurut Tisna, maksud dari Ormas yakni setiap tiga orang yang berkumpul dan mendirikan organisasi lebih dari tiga orang disebut dengan Ormas, baik dinamakan serikat, perhimpunan, federasi, aliansi dan lainnya. “Ya UU Ormas yang baru ini agar menjadi perhatian bagi semua Ormas,” pungkasnya. (koko)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below