Petani Budidaya Gunakan Pil KB

TANGERANG 24/5 bidikkasus.com – Penggunaan jantanisasi dengan hormon testosteron sistem nuklir hasil eksperimen badan tenaga nuklir nasional (Batan) masih diragukan. Pasalnya, sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan lisensi terkait produk tersebut. Untuk itu, dalam meningkatkan produktifitas budidaya ikan, terutama ikan nila, masyarakat banyak yang menggunakan alat kontrasepsi pil KB.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana Prasarana Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang, Ahmad Dahlan menjelaskan, padahal sistem jantanisasi dengan penggunaan hormon testosteron tersebut banyak diminati oleh masyarakat petani budidaya. Terutama untuk budidaya ikan nila. Karena dengan penggunaan sistem tersebut, bisa lebih meningkatkan produktifitas hasil perikanan.
“Sejauh ini, memang pemerintah belum mengeluarkan lisensi produk tersebut. Kemungkinan karena belum ada hasil uji laboratorium terkait dampak dari penggunaan produk tersebut. Meskipun dalam proses pembuatannya sendiri menggunakan nabati testis sapi, tapi semua itu kan harus dibuktikan dampaknya secara ilmiah,” ujar Dahlan.

Dahlan juga mengatakan, penggunaan hormon testosteron dengan sistem nuklir, untuk proses jantanisasi ikan tersebut, adalah kali pertama dilakukan. Yang pada sebelumnya, kata Dahlan, untuk melakukan jantanisasi pada ikan nila, petani budidaya banyak yang menggunakan alat kontrasepsi pil KB. Namun dalam penggunaan pil KB tersebut juga dinilai tidak efektiv, karena masyarakat melakukannya hanya berdasarkan logika, tidak secara ilmiah.
“Penggunaan hormon testosteron ini kan sifatnya hanya eksperimen. Salah satunya adalah diterapkan pada beberapa petani budidaya di wilayah Kabupaten Tangerang. Dan dari beberapa informasi yang masuk dari masyarakat, selama ini dalam menjantankan ikan nila, mereka menggunakan alat kontrasepsi pil KB,” paparnya. (koko)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below