6 BULAN BURON, PELAKU PEMBUNUH MANTAN ISTRI DAN SELINGKUHAN DIBEKUK

tersangka pembunuhan istri bersama kasat ReskrimRIAU – ROKAN HULU 11/11/2013 bidikkasus.com  -  Hasil kerja keras Polres Rohul selama 6 bulan akhirnya membuahkan hasil, setelah jadi Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya, pada Jumat (8/11) sekitar pukul 15.00 Wib pelakukan pembunuh mantan istri dan selingkuhannya ditangkap di DU E Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai.

Tersangka Suhardi alias Edi (29), yang bekerja sebagai petani tinggal di Dusun 2 Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu, atas perkara pembunuhan berencana, terjadi pada  21 Juni 2013 lalu, sekitar pukul 03.00 Wib di Dusun 2 Desa Pekan Tebih.

Tindakan itu mengakibatkan 2 korban meninggal dunia, Farida Erwati (25) seorang Ibu Rumah Tangga dan Purnomo (30) yang berprofesi sebagai petani, warga Dusun Kali Kapuk Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Rohul, kedua korban tersebut meinggal dunia akibat luka tusuk pada bagian dada.

Ketika, pelaku ditanya saat dikunjungi di ruang tahanan Mapolsek Rambah, Senin (11/11), ia mengaku khilaf pada saat kejadian itu, karena, masih sangat sayang pada istrinya dan anak-anaknya, sebab waktu itu status belum cerai dengan istrinya.

“ Saya masih sayang sama anak-anak saya dan istri saya, saya khilaf waktu itu,” kata Suhardi.

Kapolres Rohul H. Onny Trimurti Nugroho, SE, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP S. Tanjung, berhasil menyita Barang Bukti (BB) berupa 1 sepeda motor jenis Kanzen, 1 buah sarung pisau, 2 buah hand phone, sedangkan pisau masih dalam pencarian di kolam belakang, Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Diterangkan Kasat Reskrim Rohul kronologis kejadian, Kamis 20 Juni 2013 pukul 20.00 Wib, tersangka Suhardi mencari korban Farida (mantan istrinya red-)  di salah satu warung di Kota Tengah dengan maksud minta rujuk kembali dan pelaku menghubungi melalui SMS ke nomor hand phone korban, namun tidak ada jawaban.

Jauh hari sebelumnya tersangka Suhardi mengetahui, Farida telah menjalin hubungan dengan seorang lelaki (korban Purnomo red-) dan berencana  akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat , hal inilah mendorong pelaku untuk menghabisi nyawa keduanya.

Diungkapkan, S. Tanjung, mengingat tidak ada balasan SMS dari Farida, maka pada pukul 03.00 Wib tersangka Suhardi pergi ke rumah mantan istrinya, setelah melakukan pengintaian pada kegelapan malam itu keduanya sedang tidur berdekatan dalam satu ruangan dengan tiba-tiba pelaku masuk lewat pintu belakang dan setelah berada di dapur mengambil sebilah pisau dan menghampiri keduanya lantas menghujamkan tepat pada bagian dada keduanya.

“Keduanya pun meninggal dunia di TKP, setelah itu tersangka Suhardi mengambil uang Farida lebih kurang Rp. 2 juta dan tersangka saat ini dalam pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Rohul,” ujar Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Rohul dalam proses pencarian BB berupa sebilah pisau itu akan berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bancana  Daerah (BPBD) Rohul untuk menyedot air pada kolam tersebut, sedangkan tersangka ditangkap di Bangun Jaya di rumah istri barunya tanpa melakukan perlawanan.

Kemudian, kata Kasat Reskrim, acaman hukuman bagi pelaku akan dikenakan Pasal 340 KUH Pidana tentang perencanaan pembunuhan dengan hukuman mati, seumur hidup dan maksimal 20 tahun penjara,  Jo 338 KUH Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara. (E. Rambe)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below